Jumat, 27 November 2009

Talk with God


Aku bertanya pada-Nya...
“ Tuhan, kenapa kau titipkan dia untukku...? “

Lalu Tuhan menjawab…
“ Bukankah engkau yang memintanya anakku ?
Agar Engkau memiliki teman dalam tidurmu…
Agar engkau merasakan cinta dan kasih yang sesungguhnya…”

“ Akankah dia mencintaiku? Akankah dia Melindungiku ?
“ Tentu anakku, dia akan selalu mencintaimu, menjagamu dan melindungimu.....”
…..Terbersit senyum dibibirku…

Lalu aku bertanya kembali pada-Nya
“ Sampai kapankah dia akan menemaniku? “

Tuhan pun menjawab…“ Sampai saatnya tiba aku mengambilnya kembali darimu,nak “ jawab Tuhan sambil tersenyum. Aku pun mendesah pelan.....

“ Lalu bagaimana bila dia pergi meninggalkan aku sebelum Kau mengambilnya?
Bagaimana jika dia berpaling dariku ? meninggalkanku dalam sepi ? dan aku akan sendiri... “

Tuhan menjawab “ Dia hanya sebuah titipan, suatu saat Dia akan pergi darimu, itu hanya masalah waktu. Namun disaat dia mencoba berpaling darimu,, rangkullah dia dengan cinta kasihmu,,,seharusnya disaat itu engkau tau bahwa dia sangat membutuhkanmu, dia berpaling darimu karena dia merasa kehilanganmu. Namun percayalah, dia akan kembali padamu diwaktu dan saat yang tepat, cintanya tak kan pernah berubah,,sampai akhirnya aku mengambilnya darimu.

“ ….tapi Tuhan ....bagaimana aku bisa merangkulnya ? aku takut justru akan membencinya. Aku pasti akan marah dan berusaha pergi darinya… “

Tuhan kembali berkata…“ Jangan anakku,, kau tidak boleh menyerah.!!! Disaat dia berpaling darimu, itu adalah sebuah ujian akan cintamu kepadanya. Disaat itulah kesabaran dan kebijaksanaanmu akan diuji. Jangan pernah menyerah pada masalah, karena setiap masalah yang kau hadapi justru akan membuatmu semakin kuat, semakin bijak dan semakin dewasa. Belajarlah mencintainya tanpa pamrih, belajarlah mencintainya dengan keikhlasanmu. Satu hal yang pasti….., kau dan dia telah disatukan dalam sebuah ikatan cinta, tak seorang manusiapun berhak untuk merusaknya…,kau tidak boleh menyerah anakku…
Kau hanya boleh berserah padaku,.... pada waktunya nanti disaat kalian harus kembali kepadaku. Cintailah dia, meskipun dia telah berpaling darimu… “

note.by.dhd

Kamis, 26 November 2009

Ketika aku menyadari bahwa " dia " juga titipan Tuhan


Jika membaca puisi dari Almarhum WS. Rendra dibawah, baru aku menyadari bahwa kita bukan apa2 di dunia ini, bahwa sesungguhnya apa yang kita milki saat ini dan yang bersama kita saat ini bukanlah milik kita. Semua hanya titipan Tuhan semata. Idealnya, yang namanya titipan pasti akan diambil suatu saat nanti oleh pemiliknya, bukan ?
Tapi terkadang didunia nyata ini, banyak orang yg tidak menyadari hal itu, demikian juga aku.
Suatu saat pernah aku meminjamkan sesuatu (titipan ) kepada seorang teman ,dan dengan segala cara dia menghindar pada saat titipan itu akan kuambil, berdalih dengan segala alasan, sampai akhirnya aku menyerah...

Tapi bagaimana dengan Tuhan ? bisakah kita mencari seribu alasan untuk menghindar dari-Nya ? Bisakah kita bersikeras agar titipan itu tidak diambil oleh-Nya ? Pastinya tidak !! Tuhan punya kuasa atas segala yang kita miliki, bukan ??
Jujur, adakalanya sulit menerima kata2 " Titipan " itu ...!!
Pastinya kita akan protes jika sesuatu yang sedang kita sukai diambil , terlebih lagi kita sangat menyayanginya. Tp berhak kah kita akan titipan itu ? Kita hanya ditugaskan untuk merawatnya dengan baik, menyayanginya dan mencintainya...

WS. Rendra berkata bahwa anak-anak adalah titipan Tuhan.
Bagiku, suamiku adalah titipan-Nya juga..
Aku tidak berhak penuh akan hidupnya,,,karena dia milik Tuhan.
Mungkin aku akan protes, aku akan marah, aku cemburu saat Dia diambil dariku, saat hatinya diambil dariku, saat dia berpaling dariku...namun berhak kah aku untuk marah pada Tuhan,, padahal sudah jelas2 Dia hanya titipan Tuhan untuk ku dan aku harus siap dengan segala kemungkinan terburuk.
Sulit,,tapi mau tidak mau aku harus menyadari bahwa Dia juga titipan Tuhan....dan aku tidak boleh Protes pada Tuhan , bukan ???!!!

Semoga saja Tuhan masih memberikan kesempatan yang lebih panjang kepadaku untuk bisa merawat, menyayangi dan mencintai semua titipan2 - Nya yang saat ini berada di dekatku :)) Wastumogi ...

~noteby:diahdarmadi~


* PUISI W.S RENDRA *

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah ...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah ...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuaikeinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra)

Rabu, 25 November 2009

Kebisuanmu

Dalam kebisuanmu aku tahu…
Betapa engkau mencintaiku…
Setiap saat kau terdiam,
Aku tahu kau begitu membutuhkan aku…
Tatapanmu, sentuhanmu tidak akan bisa berbohong..
Walaupun aku tau kau begitu membenciku…
Membenciku dengan cintamu
Membenciku dengan kasihmu
Namun jauh dilubuk hatimu aku tau bahwa kau tak bisa jauh dariku…
Cintamu akan selalu ada untuk ku
Kasihmu akan hidup sepanjang hayatku
Dalam kebisuanmu aku tahu...
Betapa engkau mencintaiku..

Senin, 23 November 2009

Ketika engkau menyentuhku…



Saat itu aku merasakan kehangatan…
Saat itu aku merasakan betapa berartinya aku untukmu
Saat itu aku merasakan cinta kasihmu
Dan saat itu akupun merasakan kesakitan
Begitulah caramu mencintaiku…

Ketika engkau menyentuhku…
Kurasakan damai dihatiku
Ketika engkau menyentuhku…
Dunia seakan jadi milikku..
Dan ketika engkau menyentuhku
Hati ini bagai teriris sembilu..
Begitulah caramu mencintaiku

Ketika engkau menyentuhku lagi..
Baru aku sadari betapa engkau mencintaiku
Mencintaiku dengan caramu sendiri..

Jangan Kau tanyakan kenapa aku menangis…


Jangan Kau tanyakan kenapa aku menangis…
Aku menangis karena sebuah alasan…
Aku menangis karena rasa syukurku…
Aku menangis karena Tuhan memberiku airmata kehidupan
Aku menangis karena Tuhan memberiku hak untuk itu...

Tapi satu hal yang kau harus tau...
Tangisku adalah tangis kebahagiaan…
Tangisku adalah tangis kerinduan…
Tangisku adalah tangis pengharapan…
Tangisku adalah tangis kehidupan...

Aku tidak malu untuk menangis…
Karena tangisku memang untukmu…
Tangisku karena aku bahagia bersamamu..
Tangisku karena aku merindukanmu…
Tangisku karena aku mengharapkanmu selalu..
Tangisku karena aku ingin hidup selamanya denganmu..
...Jadi jangan kau tanyakan kenapa aku menangis…